Titik Putih (pinalty kick)
Titik Putih (pinalty kick).
Tidak sedikit dari pandangan orang atau penonton yang menganggap ini hal mudah bahkan sangat mudah (sepele).
Tapi bagi saya tidak mempersalahkan tanggapan orang atau penonton yg beranggapan seperti diatas. Karena mungkin mereka belum pernah melakukan langsung dilapangan apalagi dalam kondisi team lagi kalah.
Sedikit cerita dan pandangan dari saya tentang titik putih (pinalty kick). Ada dua hal yang masih terbayang dalam diri saya tentang Titik Putih (pinalty kick).
Pertama adalah bila kita sukses melakukan eksekusi tendangan pinalti (GOL) maka itu hanya dianggap seperti Gol biasa saja.
Kedua adalah saat kita gagal melakukan tendangan pinalti maka mungkin cacian sebesar gunung yang akan kita dapatkan.
Dua hal inilah yang saya anggap sangat membebankan bahkan ini saya anggap tidak adil bagi pemain sepak bola.
Itulah mengapa kebanyakan para pemain sepak bola enggan untuk melakukan tendangan pinalti. Mungkin hanya seorang pemain dengan mental yang kuat dan siap menerima kedua hal diatas bisa melakukannya.
Maka dari itu, saya akan menceritakan semua yang saya rasakan saat ditunjuk sebagai pemain yang dipercaya untuk melakukan tendangan pinalti. Ketika semua mata dan harapan baik pemain dan penonton dibebankan kepada saya sebagai yang dipercaya oleh pelatih untuk melakukan tendangan pinalti, Disitulah semua tanggung jawab saya sebagai seorang pemain dipertaruhkan. fokus, konsentrasi dan mental harus benar-benar diperhatikan agar bisa melakukan tendangan pinalti dengan sempurna.
Hanya sekedar saran dari saya untuk temen-temen semua baik di SSB saya saat ini (DUTA YUNIOR) dan SSB lainnya yang masih dalam tahap pembinaan usia muda, ayo jangan sekali-kali menganggap enteng ketika ada latihan tendangan pinalti, supaya saat didalam pertandingan kita selalu siap saat diberikan kepercayaan oleh pelatih untuk melakukan tendangan pinalti. karena pressure saat latihan dengan saat pertandingan sangatlah berbeda.
FORZA DUTA YUNIOR
Zidane.sadewo_08
Komentar
Posting Komentar